Aksi demo tersebut digelar berbagai kelompok buruh dan mahasiswa dari Front Rakyat Anti Imperalisme (FRAI), Front Mahasiswa Nasional (FMN), Komite Perjuangan Rakyat (KPR) dan lain-lain. Aksi diawali dari Taman Parkir Garuda di Jl Abubakar Ali menuju Gedung DPRD DIY, Jl Malioboro dan berakhir di depan Gedung Agung Yogyakarta Jl Ahmad Yani, Jumat (1/5/2009).
Massa FRAI menggelar orasi di pintu masuk gedung DPRD DIY. Sedang massa KPR menggelar aksi di teras gedung DPRD DIY. Sedangkan puluhan aparat Poltabes Yogyakarta hanya berjaga-jaga tidak jauh dari lokasi kedua aksi massa tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gedung dewan dan beserta anggota dewan itu juga termasuk bagian dari pemerintah. Mari kita bersama-sama menghadap ke barat dan membokongi gedung ini," teriak salah satu koordinator aksi.
Dengan mengikuti aba-aba satu, dua, tiga, peserta aksi langsung membungkukkan badan dan membokonginya, sambil menggoyang-goyangkan pantat seperti seekor bebek. Orang yang ada di sekitar tempat aksi yang melihat ulah para mahasiswa itu sempat tersenyum dan tertawa.
Koordinator aksi Afif Aminullah di sela-sela aksi kepada wartawan mengatakan pihaknya menuntut pemerintahan SBY-JK untuk mencabut SKB 4 Menteri, menaikkan upah buruh, menghapus sistem kerja kontrak dan outsourcing. Sebab sistem tersebut merugikan hak-hak pekerja.
"Buruh menjadi lemah dan rawan terhadap PHK sepihak serta tidak ada perlindungan bagi buruh," katanya.
(bgs/djo)











































