Tak Lelah Menanti Antasari

Penembakan Direktur PRB

Tak Lelah Menanti Antasari

- detikNews
Jumat, 01 Mei 2009 12:44 WIB
Tak Lelah Menanti Antasari
Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar memang telah membantah terlibat kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen. Namun pria berkaca mata itu masih saja menjadi incaran wartawan.

Kediaman Antasari di Perumahan Giri Loka II di Jalan Gunung Bromo II pun diserbu pemburu berita dari berbagai media sedari pagi. Wartawan tidak diperbolehkan masuk ke komplek perumahan di Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Jumat (1/5/2009).

Kumpulan jurnalis terpaksa hanya bisa menunggu di depan gerbang masuk perumahan. Setiap kendaraan yang ingin melintasi gerbang tersebut diperiksa oleh petugas keamanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

detikcom berhasil masuk ke dalam area kediaman Antasari dengan berpura-pura membeli kue yang terletak persis di depan rumah Antasari dengan menumpang taksi. Pantauan detikcom, rumah tersebut dijaga 8 pengawal yang berpakaian serba hitam. Mereka mengawasi setiap orang yang lalu lalang di jalan.

Mobil dinas Antasari, Toyota Camry bernopol B 183 DT terlihat terparkir di depan rumah. Dua mobil pengawal Nissan X-Trail dan Nissan Terrano juga terparkir di pinggir jalan di depan rumah.

Rumah Antasari tampak tertutup, baik pintu maupun jendelanya. Tidak diketahui pasti apakah Antasari masih ada di rumah atau tidak. Namun belum sempat detikcom mencari tahu lebih banyak, seorang pengawal mengenali detikcom sebagai jurnalis dan meminta untuk keluar dari komplek.

"Eh kamu kan wartawan yang semalam, ayo sana keluar dari sini," kata pengawal itu.

Wartawan menyanggong kediaman Antasari telah terjadi sejak Kamis malam. Setelah ditunggu berjam-jam, Antasari muncul pada pukul 22.30 WIB. Dia mengaku tidak terlibat dalam pembunuhan Nasrudin, justru dia melindungi Nasrudin sebagai saksi kasus korupsi di PT RNI.

Kantor KPK

Tak cuma kediaman Antasari yang ditunggu puluhan wartawan. Kantor KPK di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, setali tiga uang. Mereka juga ingin menyambut kedatangan Antasari yang tidak juga muncul di kantornya, padahal sudah tengah hari.

Aktivitas perkantoran tidak tampak banyak perubahan. Pengamanan di gedung itu juga tidak terlalu mencolok. Biasa saja seperti hari-hari sebelumnya.

Hanya saja, isu keterlibatan Antasari dalam kasus penembakan Nasrudin menjadi perbincangan hangat pegawai KPK. Sambil bergerombol, mereka menyebut-nyebut nama Nasrudin. Namun saat didekati wartawan, gerombolan karyawan KPK itu langsung bubar.

Wartawan telah menunggui gedung KPK sejak Kamis malam karena isu keterlibatan Antasari sangat santer terdengar. Apalagi tiba-tiba saja pejabat KPK menggelar pertemuan di tengah malam, namun tak ada secuil kata pun yang keluar dari mulut mereka. (ken/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads