Pejabat Tinggi Penegak Hukum Diisukan Ditangkap di Lembang

Penembakan Direktur PRB

Pejabat Tinggi Penegak Hukum Diisukan Ditangkap di Lembang

- detikNews
Kamis, 30 Apr 2009 21:21 WIB
Pejabat Tinggi Penegak Hukum Diisukan Ditangkap di Lembang
Jakarta - Nama pejabat tinggi yang terlibat dalam kasus penembakan terhadap Direktur Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen masih misterius. Beredar kuat bahwa pejabat tinggi negara itu adalah pejabat penegak hukum. Dia dikabarkan ditangkap di Lembang, Bandung. Siapa?Β 

Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duadji mengatakan memang ada pejabat tinggi negara yang terlibat dalam kasus ini. "Ada, tidak terlalu tinggi," kata Kabareskrim saat ditanya apakah ada pejabat tinggi yang terlibat. Namun, hingga saat ini Polri belum memberikan konfirmasi apakah pejabat tersebut sudah ditangkap atau belum.

Informasi yang didapatkan detikcom, Kamis (30/4/2009) malam, pejabat tinggi itu sebenarnya sudah ditangkap hari ini. Dia ditangkap di Lembang saat sedang menghadiri suatu acara. "Sudah ditangkap hari ini," kata seorang sumber.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pejabat tinggi ini juga seharusnya hadir di acara MoU di sebuah kantor instansi pemerintah di kawasan Jakarta Pusat. Namun, dia tidak hadir dan diwakilkan kepada pejabat di bawahnya. Di kantornya, pejabat tersebut juga tidak terlihat seharian.

Sebenarnya isu nama pejabat tinggi negara itu sudah beredar, baik lewat SMS atau dari mulut ke mulut. Namun, memang belum ada konfirmasi apakah memang pejabat tinggi negara yang ditangkap polisi itu adalah bernama sesuai yang beredar lewat SMS itu.

Hingga kini, nama pejabat tinggi yang terlibat dalam kasus penembakan Nasrudin ini masih jadi teka-teki. Polri memang benar-benar bungkam. Meski begitu, indikasi adanya penangkapan pejabat tinggi ini menguat setelah Kapolri dan Kapolda Metro Jaya beserta jajarannya menggelar rapat serius.

Selain pejabat tinggi itu, ada juga pengusaha yang juga ditangkap, yaitu Sigid Haryo Wibisono, pemiliki harian Merdeka dan sangat dekat dengan para pejabat negara dan politisi. Tapi, bagaimana keterlibatan pria yang pernah menjadi pengurus Golkar dan PKB itu, masih belum diketahui. (asy/nrl)


Berita Terkait