Hal itu disampaikan Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi usai memimpin rapat mendadak terkait antisipasi wabah flu babi, Kamis (30/4/2009). Penutupan itu, menurut dia, akan dilakukan sampai terbangunnya sistem perizinan ternak yang baik dan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat.
"Persoalan flu babi ini tidak dapat dianggap enteng karena telah menimbulkan banyak korban jiwa di sejumlah negara. Untuk sementara, kita minta masyarakat untuk tidak melakukan pengembangan ternak babi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menutup peternakan, lanjutnya, Pemprov Sumbar juga akan meningkatkan pengawasan di dua pintu masuk Sumbar, yakni di Bandara International Minangkabau (BIM) dan pelabuhan Teluk Bayur.
"Kita akan berupaya mendapatkan peralatan sensor terhadap para penumpang yang melalui Bandara Internasional Minangkabau bila itu sangat dibutuhkan," tukasnya.
(yon/djo)











































