"2 Malam hari yang lalu saya bertemu Sigid. Waktu itu Sigid menunjukkan ada kegelisahan. Tapi saya tak tahu masalah apa," kata Boni Hargens, Direktur Pusat Pengkajian Strategi di PT Pers Indonesia Merdeka (PIM), yang salah satu bisnisnya menerbitkan harian Merdeka, di Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (30/4/2009) malam.
Boni mengaku kehilangan kontak dengan Sigid sejak Rabu (29/4/2009) kemarin. Ia lantas mendapat kabar bosnya itu ditangkap polisi terkait kasus penembakan Nasrudin. Boni tidak tahu pasti apa keterlibatan Sigid dalam kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) tersebut.
"Keterlibatannya (Sigit dengan Nasrudin) masih belum pasti. Kalaupun terlibat, polisi harus mempunyai bukti. Dan sekarang belum ada.Β Saya sendiri tidak yakin Sigit punya keterlibatan," kata Boni.
Sigid disebut-sebut sebagai pengusaha yang memberikan dana untuk eksekutor pembunuh Nasrudin. Menurut Boni, pria yang dikenak akrab dengan Yenny Wahid itu memang royal memberikan bantuan kepada orang lain. Namun siapa yang telah dibantu dana oleh Sigid, Boni mengaku tidak tahu. "Mau setan sekalipun, Sigid bantu tanpa pandang siapa dia dan untuk apa uangnya," ucap Boni.
Namun ditegaskan Boni, polisi tidak bisa menahan Sigid hanya karena ia memberikan bantuan dana kepada orang yang terlibat kasus kriminal. "Ini crime by reason, yang punya tujuan yang ditahan. Kalau ia tak punya motif jangan dipolisikan," tukas Boni.
Sigid ditangkap bersama 8 orang lainnya yang diduga terkait kasus penembakan Nasrudin Zulkarnaen. Polisi menyatakan,ada pejabat negara yang terlibat dalam kasus ini. "Ya, pejabat. Tapi tidak terlalu tinggi," kata Kabareskrim Mabes Polri Komjen Susno Duadji. Siapa pejabat itu, masih misterius.
(iy/nrl)











































