Dua Hari Lalu Sigid Masih Datang ke Kantor Merdeka

Penembakan Direktur PRB

Dua Hari Lalu Sigid Masih Datang ke Kantor Merdeka

- detikNews
Kamis, 30 Apr 2009 16:08 WIB
Dua Hari Lalu Sigid Masih Datang ke Kantor Merdeka
Jakarta - Komisaris Utama PT Pers Indonesia Merdeka (PIM) Sigid Haryo Wibisono ditangkap Polda Metro Jaya terkait kasus penembakan terhadap Direktur PT PRB Nasrudin Zulkarnaen. Penangkapan ini cukup mengejutkan. Sebab dua hari lalu, Sigid masih terlihat di kantor harian Merdeka di Jalan Ampera, Jakarta Selatan.

Pemimpin Redaksi Merdeka Mulyana W Kusumah membenarkan penangkapan Sigid. "Sekarang ada di Polda," kata Mulyana. Saat dihubungi detikcom, Mulyana mengaku sudah kehilangan kontak dengan Sigid sejak Rabu (29/4/2009) malam. Merdeka akan menyiapkan kuasa hukum untuk membantu Sigid.

Informasi yang didapatkan detikcom, Sigid masih terlihat datang ke kantor Merdeka pada Selasa (28/4/2009) malam. Saat itu, Sigid datang ke kantor setelah magrib. Sigid yang pernah menjadi politisi Golkar dan PKB itu memang sering datang ke kantornya.Β 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sehari-hari, penampilan Sigid memang necis, terlihat sebagai pengusaha kaya. Selain sering mengenakan jas, juga sering mengenakan baju batik. Ke mana pun pergi, dia selalu dikawal oleh banyak bodyguard. Pengawalan terhadap dia sangat ketat.

Sebagai orang yang sukses, Sigid juga sering berganti-ganti mobil. Beberapa mobil yang pernah dia bawa, antara lain Jaguar, Morris Mini, dan Land Rover. Namun, mobil yang paling sering dipakai adalah Land Rover seri terbaru. Selama ini, Sigid dikenal sebagai sosok yang misterius.

Di situs merdekanews.com ditulis bahwa Sigid merupakan anak bungsu dari delapan bersaudara yang lahir di Solo, 11 November pada 1966. Dia sering dipanggil SHW oleh rekan-rekan bisnisnya.

Sigid menempuh pendidikan SD hingga perguruan tinggi di Semarang. Dia meraih gelar Sarjana Ekonomi Manajemen dari Universitas Diponegoro. Dia juga alumnus Lemhannas. Hasil karyanya berjudul 'Membangun Pilar Persatuan dan Kesatuan Bangsa'Β  kemudian dibukukan.

Di bidang politik, Sigid pernah menjadi anggota DPRD I Jawa Tengah dari Golkar. Pada 25 Agustus 1998, ia mengundurkan diri dari semua aktivitas di bidang legislatif dan pindah ke Jakarta untuk menerima kepercayaan sebagai Asisten Pribadi Menteri Kehakiman.

Suami dari Sri Hapsari dan ayah empat anak ini pernah menjadi Penasihat Menteri Sosial Bidang Khusus Kabinet Gotong Royong 2002-2004, Penasihat Menteri Sosial Bidang Khusus Kabinet Indonesia Bersatu 2004-2006, dan Staf Khusus Mensos bidang Sosial Ekonomi pada 2005-2007.

Sejak Senin, 10 November 2008, Sigid terjun ke bisnis media massa. Dia mendirikan PT Pers Indonesia Merdeka (PIM) dan menerbitkan Harian Merdeka. Sigid juga mengakuisisi majalah Maestro.

Belum diketahui secara persis apa kaitan pria yang pernah menjabat anggota Dewan Syuro DPP PKB dan dekat dengan Yenni Gus Dur itu dalam kasus penembakan Nasruddin Zulkarnaen. Polisi masih bungkam. Rencananya, tim kuasa hukum Sigid akan segera memberi penjelasan dalam konferensi pers di kantor Merdeka pukul 16.00 WIB. (asy/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads