Aksi yang dimulai dari halaman pemerintah Sumatra Selatan, Jalan Kapten A. Rivai, Palembang, sekitar pukul 10.30 diakhiri di lapangan Stadion Bumi Sriwijaya, Jalan Angkatan 45 Palembang, atau di depan Carrefour Palembang yang berada di pusat perbelanjaan Palembang Square, sekitar pukul 12.30 WIB, Kamis (30/04/2009).
Para pengunjukrasa yang tergabung Masyarakat Miskin Kota Sumsel itu, membawa sejumlah pamplet yang isinya antara lain berisi “Menghimbau keras kepada masyarakat yang ada baik di Kota Palembang khususnya dan Bangsa Indonesia pada umumnya tidak untuk berbelanja di pusat-pusat pasar yang dimiliki oleh Asing. Seperti Carrefour dan lain-lainnya.”
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sebagai pedagang kecil sangat terancam dengan keberadaan usaha seperti Carrefour, sebab mereka memonopoli berbagai produk serta dengan harga penjualan yang murah, sehingga pendapatan kami menjadi berkurang. Bukan tidak mungkin keberadaan mereka membuat kami gulung tikar," kata Arifin saat berorasi.
Oleh karena itu, kata Arifin, sesuai dengan pernyataan sikapnya, mereka meminta pemerintah memberikan tindakan tegas terhadap Carrefour, serta menghimbau kepada masyarakat yang ada di Kota Palembang, untuk tidak berbelanja di pusat-pusat pasar yang dimiliki oleh Asing. Seperti Carrefour, dan lainnya.
(tw/djo)











































