Pedagang Tradisional Palembang Tolak Carrefour

Pedagang Tradisional Palembang Tolak Carrefour

- detikNews
Kamis, 30 Apr 2009 14:17 WIB
Pedagang Tradisional Palembang Tolak Carrefour
Palembang - Seratusan pedagang tradisional dan aktifis LSM di Palembang melakukan aksi penolakan kehadiran pusat perbelanjaan Carrefour. Menurut mereka keberadaan Carrefour membunuh keberlangsungan para pedagang tradisional.

Aksi yang dimulai dari halaman pemerintah Sumatra Selatan, Jalan Kapten A. Rivai, Palembang, sekitar pukul 10.30 diakhiri di lapangan Stadion Bumi Sriwijaya, Jalan Angkatan 45 Palembang, atau di depan Carrefour Palembang yang berada di pusat perbelanjaan Palembang Square, sekitar pukul 12.30 WIB, Kamis (30/04/2009).

Para pengunjukrasa yang tergabung Masyarakat Miskin Kota Sumsel itu, membawa sejumlah pamplet yang isinya antara lain berisi “Menghimbau keras kepada masyarakat yang ada baik di Kota Palembang khususnya dan Bangsa Indonesia pada umumnya tidak untuk berbelanja di pusat-pusat pasar yang dimiliki oleh Asing. Seperti  Carrefour dan lain-lainnya.”

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi yang dipimpin Arifin Kalender ini, juga melakukan orasi dan pembacaan statement, baik di halaman kantor pemerintah Sumsel maupun di depan Carrefour itu. Aksi ini dijaga cukup ketat oleh seratusan polisi dan pihak keamanan Palembang Square.

"Kami sebagai pedagang kecil sangat terancam dengan keberadaan usaha seperti Carrefour, sebab mereka memonopoli berbagai produk serta dengan harga penjualan yang murah, sehingga pendapatan kami menjadi berkurang. Bukan tidak mungkin keberadaan mereka membuat kami gulung tikar," kata Arifin saat berorasi.

Oleh karena itu, kata Arifin, sesuai dengan pernyataan sikapnya, mereka meminta pemerintah memberikan tindakan tegas terhadap Carrefour, serta menghimbau kepada masyarakat yang ada di Kota Palembang, untuk tidak berbelanja di pusat-pusat pasar yang dimiliki oleh Asing. Seperti  Carrefour, dan lainnya.

(tw/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads