Demikian disampaikan Robert Madelin, Dirjen Kesehatan dan Perlindungan Konsumen di Komisi Eropa. "Belum ada yang meninggal di Eropa tapi itu akan terjadi," katanya.
"Pertanyaannya bukan apakah kita akan melihat korban jiwa tapi berapa banyak. Ratusan, ribuan atau ratusan ribu?" ujar Madelin seperti dilansir harian Telegraph, Kamis (30/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban jiwa hingga kini baru dilaporkan di Meksiko dan AS. Meksiko menempati urutan teratas dalam jumlah korban jiwa. Di negeri itu sekitar 159 orang diduga tewas akibat virus mematikan ini dan lebih dari 1.000 orang lainnya jatuh sakit. Di AS, seorang anak berusia 23 bulan meninggal akibat flu babi.
(ita/iy)











































