Namun Presiden AS Barack Obama menolak desakan tersebut. Dikatakan Obama, para penasihat kesehatannya memandang penutupan perbatasan sebagai hal yang tak ada gunanya. Sebab virus flu babi sudah berada di AS.
"Dari perspektif mereka, itu akan sama halnya dengan menutup pintu kandang setelah kuda-kuda keluar, karena kita kita sudah memiliki kasus-kasus flu babi di sini di AS," tutur Obama di Gedung Putih seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (30/4/2009).
Hal itu disampaikan Obama dalam konferensi pers menandai 100 hari pertama pemerintahannya. Obama juga berjanji akan melakukan segala upaya untuk memerangi flu babi yang telah menewaskan seorang anak di AS.
Selain wabah flu babi, Obama juga menyinggung masalah-masalah lain dalam konferensi pers yang disiarkan televisi nasional itu. Di antaranya masalah Irak, Afghanistan, Pakistan dan resesi yang melanda AS.
Mengenai Pakistan, Obama mengaku sangat prihatin akan situasi di Pakistan. Sebab belakangan ini kelompok Taliban terus menunjukkan tanda-tanda kekuatan mereka di negeri itu. Namun yang lebih dikhawatirkan Obama adalah pemerintah sipil Pakistan yang saat ini sangat lemah.
"Dan kelihatannya tidak punya kapasitas untuk menyediakan layanan mendasar, sekolah, layanan kesehatan, aturan hukum, sistem peradilan yang sesuai untuk mayoritas rakyat," pungkas Obama.
(ita/iy)











































