AJI Protes Atas Kekerasan Tentara di Jayapura

AJI Protes Atas Kekerasan Tentara di Jayapura

- detikNews
Kamis, 30 Apr 2009 06:14 WIB
Jakarta - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) memprotes tindakan TNI yang melakukan kekerasan atas wartawan. Hal ini buntut dari mengamuknya sejumlah tentara yang melempari markas mereka di Sentani, Jayapura.

"AJI Indonesia meminta agar TNI mengendalikan anak buahnya dan melakukan tindakan yang tegas bagi mereka yang menghalang-halangi jurnalis," kata Ketua AJI Papua Cunding Levi dalam siaran pers yang diterima, Kamis (30/4/2009).

Saat itu, Rabu 29 April pukul 14.00 WIT, ratusan tentara di Batalyon 751 Sentani mengamuk dan melempari markas mereka. Namun tiba-tiba, 4 jurnalis yang tengah makan di warung di depan markas tentara tersebut dihampiri dan dianiaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka merampas kamera dan mengejar para jurnalis. Para tentara juga membanting kamera milik seorang jurnalis Anang Budiono," jelas Cunding.

Para jurnalis ketakutan dan lantas bersembunyi di rumah warga, namun mereka tetap dikejar. Sedang beberapa lainnya mesti bersembunyi di kantor polisi. Aksi unjuk rasa para prajurit dilakukan atas kekecewa atas atasannya, karena tidak adanya santunan atas kematian rekan mereka.

AJI menyesalkan kekerasan yang terjadi atas para jurnalis. "Kebebasan jurnalis untuk meliput dilindungi UU No 40 tahun 1999 tentang pers," tutupnya.

(ndr/ndr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads