Peristiwa tidak menyenangkan ini misalnya menimpa Toni (35) saat parkir di area parkir di gedung perkantoran di Jl Thamrin. Areanya tidak di Thamrin persis, melainkan di jalan belakang, di sekitar Kebon Kacang, Jakarta Pusat. Maklum saja, Toni hanya pengendara roda dua yang tidak cukup diberi akses seperti roda empat.
Setelah mengambil struk parkir, karyawan rendahan itu mencari lokasi parkir yang memang sudah penuh. Cukup sulit dan lama. Belum lagi hawa pengap yang membuat keringat bercucuran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai menjalankan tugas, ia bergegas pulang. Namun Tono kaget saat mengambil motornya. Dua ban depan dan belakang sudah kempes total.Β Sementara spion dan helm raib tidak berbekas.
"Sekarang saya milih parkir di pinggir jalan saja. Malah aman-aman saja," ucap Tono yang mendapat perlakuan tersebut Selasa minggu lalu.
Nasib serupa dialami Sunandar (29). Warga Cengkareng tersebut tidak hanya digembosi. Tangan jahat sampai mempreteli ban depan dan belakang gara-gara menolak memarkir di parkir resmi.
"Saat itu diminta preman untuk parkir di pinggir jalan. Tapi saya enggak mau karena ada yang resmi," tutur Sunandar kesal.
(Ari/iy)











































