Kasus perselingkuhan ini diduga melibatkan pejabat pria dan wanita setingkat Kepala Bagian (Kabag). Hanya saja yang membedakan, si cewek ini bertugas di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru.
Sumber detikcom menyebut, gencarnya pemberitaan di media massa itu, membuat sejumlah petinggi di Pemprov Riau gerah. Mereka pun melakukan rapat untuk membahas masalah ini. Malah pejabat tinggi di Pemprov Riau sudah meminta pihak kepolisian untuk transparan dalam mengungkap kasus selingkuh yang berakhir dengan pemerasan yang dilakukan empat oknum polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kasus dugaan selingkuh ini harus ditindak lanjuti untuk mengungkap kebenarannya. Karena itu inspektorat selaku penegak disiplin PNS harus dapat mengusutnya. Kalau terbukti ya harus diberi sanksi," kata Wan Syamsir kepada wartawan, Rabu (29/04/2009) di Pekanbaru.
Kasus perselingkuhan ini disebutkan terjadi pada Februari lalu. Mereka selingkuh di dalam mobil di lokasi sepi di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru. Ketika asyik berselingkuh, tanpa sengaja empat polisi melintas dengan menggunakan mobil.
Namun bukannya diamankan, para oknum petugas tersebut justru memeras pasangan ini. Takut aibnya tersebar luas, pasangan ini pun kemudian memberikan uang damai Rp 10 juta.
Namun belakangan, pasangan selingkuh ini berubah pikiran. Mereka mengadukan pemerasan tersebut kepada koleganya yang berdinas di Polda Riau. Tak lama, empat polosi inipun ditangkap Provost Poltabes Pekanbaru.
(cha/djo)











































