"Kita siap merawatnya, meski kemungkinannya masuk ke Indonesia yang beriklim tropis ini agak kecil," kata Direktur Utama (dirut) RSU Dr Sardjito, Sri Endarini kepada wartawan seusai acara temu relasi di Jl Kesehatan, Yogyakarta, Rabu (29/4/2009).
Dia mengatakan untuk merawat bila ada pasien yang menderita flu babi, pihak rumah sakit telah menyiapkan bangsal perawatan yang sebelumnya digunakan untuk pasien flu burung. Sebanyak 4 buah kamar khusus isolasi dan 12 kamar perawatan biasa juga telah siap, termasuk ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). "Tim dokter dan
perawat juga telah disiagakan 24 jam bila ada pasien positif flu babi," ungkap dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk mencegahnya masyarakat tidak perlu panik. Yang harus dilakukan adakan meningkatkan pemeliharaan kesehatan diri sendiri maupun keluarga," kata Endarini didampingi ahli penyakit paru-paru dr Sumardi.
Sementara itu, Sumardi menambahkan gejala flu babi juga hampir mirip dengan penyakit influenza lainnya. Penyebarannya juga lebih cepat dibandingkan dengan virus H5N1. Penyebarannya bisa melalui udara atau kontak langsung.
"Ini yang harus diwaspadai, semua dokter di semua rumah sakit di Indonesia setelah menerima instruksi dari Menteri Kesehatan sudah siap mengantisipasinya termasuk menyedia obatnya seperti Tamiflu," kata Sumardi.
(bgs/djo)











































