Seperti terlihat di kawasan pedagangan Glodok dan Roxy, Jakarta Barat. Parkir liar tersebut memakan satu sampai dua lajur jalan baik oleh kendaraan roda empat, maupun roda dua.
"Enak disini, praktis. Nggak perlu masuk gedung yang pasti sudah penuh," kata Hernawan (26) salah satu pengunjung Glodok, Jl Gajah Mada, Rabu (29/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sama saja dengan didalam (parkir resmi)habis duitnya," kata Yono (32) tukang parkir dikawasan Roxy Mas.
Razia parkir liar yang pernah didengungkan sudah surut lagi. Akhir tahun lalu, roda dua yang kedapatan parkir liar terancam digembosi sementara roda empat digembok paksa.
"Yah namanya dishub. Cuman ngabisin anggaran. Kayak enggak tahu saja," seloroh salah satu juru parkir liar dikawasan Glodok yang tak mau dikutip namanya.
(Ari/mad)











































