Pantauan detikcom pagi ini, kumpulan parkir liar itu berada di salah satu sudut Jalan Lombok atau tak jauh dari Kedubes Perancis. Para pemarkir mengaku memarkir kendarannya karena terburu-buru.
"Ada keperluan ketemu mitra bisnis, cuma sebentar jadi ribet kalau harus parkir di tempat resmi," kata Ari (29), warga Gandaria kepada detikcom, Rabu, (29/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Paling cuma parkir barang 20 menit, tanggung," kata Adam (31), warga Bekasi.
Pemandangan parkir liar semakin merebak apabila malam tiba. Di beberapa titik di Jalan Wahid Hasyim seperti di ruko atau lahan kosong lainnya. Bahkan apabila malam, tarif parkir menjadi dua kali lipat di banding siang hari.
"Disini nyari parkir resminya susah, ya sedapatnya," ujar Budi (32), warga Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Â
Â
(asp/mad)











































