Pengacara Daisy: Kerajaan Kelantan Coba untuk Berbohong

Drama Manohara Pinot

Pengacara Daisy: Kerajaan Kelantan Coba untuk Berbohong

- detikNews
Rabu, 29 Apr 2009 12:49 WIB
Pengacara Daisy: Kerajaan Kelantan Coba untuk Berbohong
Jakarta - Kuasa hukum Ibunda Manohara Odelia Pinot, Daisy Fajarina menilai Kerajaan Kelantan, Malaysia mencoba untuk berbohong dalam kasus penculikan terhadap model cantik 17 tahun tersebut. Tudingan Daisy salah paham atas insiden usai umroh pun dibantah.

Kuasa hukum Daisy, Yuri Andre Darmas menegaskan, Daisy termasuk dalam passanger manifest jet pribadi yang membawa putrinya itu kembali ke Kerajaan Kelantan. "Di passanger manifest ada namanya (Daisy), dia masuk dalam daftar penumpang di pesawat itu," kata Yuri Andre Darmas, kepada detikcom, Rabu (29/4/2009).

Sebelumnya, sahabat dekat Pangeran Kerajaan Kelantan Tengku Muhammad Fakhry, Mohd Soberi Shafii menuding Daisy hanya salah paham sehingga menyebut Mano diculik usai umroh. Menurut Soberi, Daisy memang berbeda pesawat dengan Mano. Saat di bandara Jeddah pada Februari 2009 itu, Daisy seharusnya pulang dengan pesawat komersial.

Namun, sopir yang memandu rombongan keluarga Daisy lupa diberitahu, sehingga membawa Daisy mengikuti mobil Mano dan Fakhry, ke private jet. Ketika tiba di dekat pesawat pribadi tersebut, pintu pesawat sudah ditutup siap untuk tinggal landas.

"Jadi tertinggallah beliau (Daisy). Itu saja. Itu yang beliau katakan diculik itu," kata Soberi seperti dikutip dari www.malaysiakini.com.

Pernyataan Soberi bagi Yuri hanya merupakan siasat untuk menutupi kasus yang sebenarnya terjadi. "Mereka mencoba untuk berbohong," sangkalnya.

Menurut Yuri,Β  pihaknya mempunyai bukti passanger manifest yang didapat dari seorang petugas bandara di Jeddah. Petugas tersebut bahkan ketakutan, karena merasa bersalah sebab Daisy tidak terangkut dalam pesawat itu.

"Dia bilang ke ibu Daisy bahwa pilot harus membawa pesawat itu kembali. Kalau tidak karirnya akan hancur. 'Itu sama saja dengan bunuh diri, karena nama ibu masuk," kata Yuri menirukan ucapan petugas itu.

Akan tetapi, lanjut Yuri, pesawat memang tidak bisa dihentikan. Penyebabnya, salah seorang penumpang senior di pesawat itu meminta agar pesawat tetap take off.

(irw/iy)


Berita Terkait