Demikian disampaikan Menteri Kesehatan Meksiko Jose Cordova seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (29/4/2009).
Sebanyak 2.498 orang lainnya di Meksiko diduga terjangkit flu babi. Dari jumlah itu, sebanyak 1.311 pasien yang diduga terkena flu babi masih dirawat di rumah sakit.
Sejauh ini korban jiwa akibat flu babi hanya terdapat di Meksiko. Negara-negara lain yang melaporkan adanya kasus flu babi adalah Amerika Serikat, Selandia Baru, Israel, Kanada, Inggris, dan Spanyol.
Otoritas AS telah meningkatkan pengawasan di perbatasannya. Warga AS juga diingatkan untuk tidak melakukan kunjungan yang tidak perlu ke Meksiko.
Namun menurut juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Gregory Hartl, pengawasan perbatasan dan larangan bepergian tidaklah efektif. Malahan semua pemerintah harus melakukan lebih banyak untuk menyediakan bantuan medis bagi orang-orang yang mengalami gejala flu babi. Sebab virus ini terbukti bisa dikalahkan jika didiagnosa lebih dini.
(ita/iy)











































