"Bikin ngeri saja itu babi-babi," kata salah satu WNI yang tinggal di Santa Ana, California, Wahyu Setiyowati, kepada detikcom, Selasa (28/4/2009).
Ketakutan Wahyu makin besar karena di kota tempat tinggalnya itu hampir 70 persen penduduknya adalah orang-orang Meksiko, negara asal flu babi. Meksiko juga hanya 2 jam perjalanan bila mengendarai mobil dari Santa Ana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, imbuh lulusan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo itu, sejauh ini aktivitas masih berjalan normal. Cuma beberapa gelintir saja orang yang memakai masker, terutama di Bandara.
"Setahuku ada 2 SD yang diliburkan seminggu karena ketahuan ada muridnya yang kena," pungkas Wahyu. Â
Selama ini, Deplu RI menyatakan, saat ini belum ada laporan adanya kasus flu babi yang menimpa WNI. Deplu menyarankan WNI di luar negeri tidak banyak "gaul" agar aman dari sebaran virus mematikan itu.
Flu babi berasal dari campuran virus flu burung, flu babi dan flu manusia. Sejumlah kalangan di negeri asing mendesak agar istilah ini diganti karena hingga kini tak ditemukan adanya babi yang mengidap virus flu baru itu. (irw/nrl)











































