Seperti diberitakan Reuters, Sabtu (28/4/2009), flu babi menyebar melalui blog dan jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook. Rupanya semangat publik untuk mengetahui lebih jauh penyakit ini sangat tinggi.
"Seiring meningkatnya kasus flu babi, perhatian publik juga meningkat. Orang-orang Amerika mencari informasi lebih tentang penyakit tersebut, khususnya mengenai gejala-gejalanya untuk dihindari," ujar Heather Hopkins, analis Hitwise yang melacak penggunaan internet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trafik situs CDC di www.cdc.gov juga mengalami lonjakan 442 persen sejak pekan lalu. "Dan sangat mungkin kita akan terus menyaksikan peningkatan kunjungan ke situs itu ke depan," ujar Hopkins.
(sho/nrl)











































