Inilah sepenggal cerita di balik tertangkapnya aksi penyelundupan 700-an HP yang ditangkap Polda Riau. Usai penangkapan, nama Direktur Polair Polda Riau, Kombes Zainal A Paliwang, dicatut untuk memeras seorang pengusaha. Pengusaha itu memang masih terkait dalam kasus selundupan HP tersebut.
Korbannya adalah Aswari, Kepala Cabang PT Inter Buana Medan Perkasa (IBMP) di Riau selaku pemilik kapal tugboat yang ditangkap membawa HP selundupan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Cabang perusahaan itu mungkin juga tidak mau disangkutpautkan dalam kasus penyelundupan ini. Sebab, pelaku penyelundupan itu tidak lain adalah salah satu karyawannya sendiri yang kini menjadi buronan Polda Riau.
Nah, mengira penelepon ini benar-benar Dirpolair, maka korbanpun menyetujui 'uang damai' yang ditawarkan sebesar Rp 40 juta. Namun sebelum memenuhi permintaan itu, Aswari terlebih dahulu meminta persetujuan ke Yosef, Manajer Operasional PT IBMP.
"Setelah diberitahu maksud dan tujuannya, Yosef pun menyetujuinya. Padahal, saya sendiri tidak pernah menghubungi siapa-siapa dan tidak meminta uang pada mereka. Dan nomor HP itu juga bukan nomor saya,β kata Dirpolair Polda Riau, Zainal kepada detikcom di ruang kerjanya, Mapolda Riau, Jl Sudirman, Pekanbaru.
Masih menurut Zainal, korban lantas mentransfer dua kali, masing masing sebesar Rp 20 juta ke dua nomor rekening Mandiri Cabang Pondok Indah atas nama Syarif dan Cabang Alam Lestari atas nama Ari Rukmana.
Dalam kasus penyelundupan HP ini, Polda Riau masih terus melakukan penyelidikan. Tersangka utamanya adalah Aktor, petugas engineering bagian mesin kapal tugboat yang memiliki barang selundupan handphone tersebut.
βAktor adalah orang pemilik HP selundupan yang bekerja di perusahaan itu. Kini Aktor yang memiliki KTP asal Batam itu melarikan diri dan tengah kita buru,β kata Zainal.
Dalam kasus pencatutan nama ini, pihak Polda Riau juga tengah melacak pemilik nomor rekening tersebut.
(cha/sho)










































