"Saya masih trauma," ujar IEL saat dihubungi wartawan, Selasa (28/4/2009). IEL menyebutkan nama taksi yang berwarna biru berinisial K itu.
IEL mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada 21 Maret lalu, sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, IEL dan temannya, DW, menyetop taksi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, menuju ke rumahnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendekati kawasan Jalan Minangkabau, Jakarta Timur, arus lalu lintas macet total. Tiba-tiba dua orang lelaki tidak dikenal masuk ke dalam taksi melalui pintu belakang.
IEL menceritakan, salah seorang pelaku menodongkan senjata tajam ke arah pelaku. Dalam laporannya di Polda Metro Jaya yang bernopol LP/1180/K/IV/2009/SPK Unit I, IEL melaporkan bahwa pelaku juga sempat membuka baju IEL dan meraba-raba bagian tubuh IEL yang sensitif.
Dari Jalan Minangkabau, selama 3 jam IEL dan DW sempat dibawa berputar-putar. "Terus saya diturunkan entah di mana, saya kurang begitu ingat," katanya.
Akibat peristiwa tersebut, uang Rp 7,5 juta miliknya raib. Tidak hanya itu, laptop serta ATM yang berisi puluhan juta rupiah serta kartu kreditnya pun turut digondol penjahat.
Hingga kini, pelaku masih belum ditangkap. "Mukanya pelaku saya masih terbayang-bayang. Saya masih syok," tutupnya.
(mei/nrl)
