Kepala Dispertan Pemkab Sukoharjo, Ir Giyarti, mengatakan penyemprotan cairan disinfektan tersebut diharapkan mampu menahan perkembangan virus penyebab flu babi maupun virusvirus penyebab penyakit babi yang lainnya.
Dia mengatakan pemberitaan tentang merebaknya wabah flu babi yang membahayakan kesehatan manusia, telah menimbulkan kepanikan pada masyarakat dan terutama para peternak serta warga yang tinggal di sekitar peternakan babi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cairan disinfektan itu selain disemprotkan pada hewan babi piaraan, juga disemprotkan pada kandang dan langit-langit kandang di peternakan.
Sementara itu pihak RS Dr Moewardi Solo mengatakan telah melakukan antisipasi terkait kemungkinan adanya jatuh korban akibat virus flu babi. Rumah sakit tersebut telah menyiapkan dua kamar khusus untuk perawatan pasien khusus itu.
"Dua kamar kami sediakan, masing-masing kamar terdapat dua bed pasien. Ini kamar isolasi khusus yang hampir sama seperti standar penanganan pasien terinfeksi virus flu burung," ujar dr Reviono, ketua tim dokter yang menangani kasus flu babi di RS Moewardi.
(mbr/djo)