Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Nyoman Suteja kepada wartawan di sela-sela acara rapat koordinasi antisipasi flu babi di kantornya jalan Melati, Denpasar, Selasa (28/4/2009).
"Bali adalah daerah yang terbuka untuk wisatawan. Karena sudah masuk siaga I, antisipasi dimulai dari pintu gerbang (bandara). Daerah ini merupakan pintu masuk pertama tentu kita amankan," kata Suteja.
Suteja menambahkan karena penyebaran flu babi antar manusia maka antisipasi terhadap penyebaran flu babi ke Bali harus diperketat. Terlebih, telah terjadi kasus kematian di beberapa negara, seperti negara-negara di Amerika Utara, Meksiko, dan New Zealand. "Penggunaan Thermo Scanner yang telah berfungsi sejak flu burung, flu Singapura, sekarang ini semakin diintensifkan," katanya.
Ia pun meminta agar rumah sakit di kabupaten/kota se-Bali bersiap mengantisipasi kemungkinan adanya warga atau wisatawan yang diduga terjangkit flu babi.
(gds/djo)











































