Β
Informasi yang dihimpun detikcom, pejabat Pemprov Riau itu tertangkap basah saat berbuat tak senonoh dengan seorang wanita di dalam mobilnya di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru. Dia dipergoki oleh 4 polisi yang tidak sengaja melintas di kawasan tersebut dengan mobil patroli.
Sayangnya, kasus ini bukan ditindaklanjuti proses hukumnya tapi dmanfaakan untuk kepentingan pribadi para oknum polisi tersebut. Mereka meminta pejabat pemprov itu menyetorkan Rp 10 juta sebagai uang damai. Tanpa pikir panjang, pejabat pemprov Riau itu menyanggupinya.
Namun belakangan, ulah oknum polisi ini dilaporkan pejabat tersebut ke koleganya yang berdinas di Polda Riau berpangkap AKBP. Menerima laporan itu, perwira menengah Polri itu kemudian meminta Poltabes Pekanbaru menyelidikinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kasus pemerasan ini terjadi beberapa bulan yang lalu. Namun kasus pemerasan oknum pejabat ini baru kita tangani sekarang ini," kata Wayan saat dihubungi detikcom, Selasa (28/04/2009) di Pekanbaru.
Lantas benarkan pemerasan ini terkait soal pejabat Pemprov Riau yang berselingkuh? Wayan menyebut pihak hanya menangani urusan pemerasan yang dilakukan anggotanya. "Soal urusan selingkuh itu, bukan bagian dari kita. Kita hanya memeriksa anggota yang melakukan pemerasan terhadap pejabat itu," katanya.
(cha/djo)











































