"Di sini banyak illegal logging, illegal fishing, tenaga kerjam ilegal," ujar Gubernur Kalimantan Barat Cornelis MH ketika menerima kunjungan rombongan adan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), di kantornya, Jl Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (28/4/2008).
Menurut Cornelis mayoritas tenaga kerja indonesia (TKI) yang bekerja di wilayah perbatasan dengan Malaysia menggunakan dokumen ilegal. Hal ini menimbulkan permasalahan mulai dari dideportasi hingga tidak dipenuhi hak-hak mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu Cornelis juga menyoroti kurangnya perhatian dari pemerintah pusat terhadap daerah perbatasan. Misalnya saja, pemerintah baru memberikan respons apabila batas negara digeser oleh negara tetangga.
Dukungan serta pengawasan yang minim, menurut Cornelis, jelas membahayakan keamanan negara. "Kita tidak tahu kalau teroris bergentayangan di sana (daerah perbatsan)," imbuhnya.
Flu babi juga menjadi perhatian Cornelis. "Jalur resmi di perbatasan kita minta diperketat," ujarnya.
Cornelis menerangkan, seluruh gubernur di Kalimantan meminta agar presiden terpilih untuk benar-benar memperhatikan wilayah perbatasan.
"Gubernur-gubernur Kalimantan sudah sepakat untuk mendukung presiden yang mau menyelesaikan daerah perbatasan kita. Kalau tidak mau buat apa kita dukung," pungkasnya.
(ddt/nrl)











































