"Kami akan menggunakan istilah flu Meksiko supaya tidak harus menyebutkan kata babi," kata Wakil Menteri Kesehatan Israel Yakov Litz dari partai ultra-religius United Torah Judaism seperti dilansir harian News.com.au, Selasa (28/4/2009).
Memakan daging babi diharamkan dalam Judaisme, agama yang dianut mayoritas warga Israel. Larangan serupa berlaku dalam agama Islam.
Israel belum mengkonfirmasi kasus flu babi yang telah menewaskan lebih dari 100 orang di Meksiko dan telah menyebar ke AS dan Eropa. Namun seorang pria Israel berusia 26 tahun sedang dirawat di rumah sakit setelah kembali dari Meksiko. Otoritas Israel masih menunggu hasil tes untuk memastikan apakah dia telah terkena virus flu babi atau tidak.
Seorang pria Israel lainnya yang baru-baru ini kembali dari Meksiko telah dikarantina pada Senin, 27 April waktu setempat. Dia dikarantina setelah memeriksakan diri ke rumah sakit karena mengeluh sakit tenggorokan, salah satu gejala flu babi.
(ita/iy)











































