RI Belum Tambah Stok Tamiflu

Antisipasi Flu Babi

RI Belum Tambah Stok Tamiflu

- detikNews
Senin, 27 Apr 2009 19:39 WIB
RI Belum Tambah Stok Tamiflu
Jakarta - Tim medis Depkes RI relatif siap menghadapi wabah flu babi karena sudah memiliki jaringan infrastuktur anti flu burung. Virus H1N1 yang penyebab flu babi sejauh ini dilaporkan punya sifat mirip H5N1 penyebab flu burung.

"H1N1 juga sensitif terhadap tamiflu. Kita sudah punya stok tamiflu cukup banyak, jadi belum perlu ada penambahan stok," jelas Menkes Siti Fadilah Supari.

Hal ini disampaikannya usai rakortas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (27/4/2009). Rapat diikuti juga oleh Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menhub Jusman Syaifi Djamal dan Mendag Marie Elka Pangestu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah menerima presentasi langkah-langkah antisipasi flu babi yang sudah dan akan diambil, Presiden SBY menyetujui dan berikan dukungan. Mulai pelarangan impor daging babi sampai perlakuan khusus bagi warga yang baru tiba dari luar negeri.

"Presiden secara khusus memberi perhatian soal perlakuan pada manusia. Karena banyak dari Amerika Utara yang transit di Singapura dan tiap hari masuk ke negara kita," ujar Ical.

Sejak virus flu babi menyebar di Meksiko dan AS pekan lalu, seluruh bandara internasional se-Indonesia telah dilengkapi dengan alat pendeksi suhu badan bagi penumpang yang baru tiba. Sedangkan bagi yang hendak ke luar negeri, dibagikan kartu panduan untuk menghindari wabah mematikan itu.

Pelarangan impor daging babi, juga berlaku terhadap produk-produk turunannya. Buat sementara waktu langkah ini diyakini tidak akan terlalu berpengaruh pada ekonomi nasional karena volume perdagangannya yang kecil.

"Pagi tadi kita kembalikan 1,25 ton daging babi ke Singapura," imbuh Ical.

(lh/rdf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads