Di salah satu tempat pemotongan di kawasan Cililitan, Jakarta Timur, Senin (27/4/2009) tidak terlihat penurunan aktivitas. Permintaan akan daging babi tetap berjalan seperti biasanya.
"Nggak kurang, kita jual seperti biasa kok," ujar penjual daging babi, Silitonga saat ditemui detikcom.
Menurut Silitonga, untuk hari Senin-Jumat mereka biasa memotong sekitar 5 ekor babi. Jumlah itu melonjak tajam untuk Sabtu dan Minggu. "Bisa 20 ekor bang," katanya.
Puluhan babi yang ada di rumah itu didatangkan dari Lampung. Dalam seminggu, mereka menampung sekitar 100 ekor babi siap potong.
Silitonga mengaku baru mendengar bahaya penyakit yang ditimbulkan dari babi itu. Namun dia memastikan babi-babi yang ada di tempat mereka sehat.
Menurut Silitonga, ada beberapa perilaku yang dapat menunjukan jika babi dalam keadaan sakit. Ciri-cirinya antara lain, tidak banyak bergerak, lemas, ada bercak merah di kulitnya, tidak agresif dan tak mau makan.
"Kalau sudah begini, biasa kita nggak akan potong, atau justru mati di jalan," pungkasnya.
(mok/anw)











































