"Lagipula Emron sering komunikasi dengan Kasipidsus Sungai Liat. Jadi dia tahu posisi Emron di mana. Kalau Emron kabur kan enggak mungkin dong berani tampil di TV," kata Dharma saat dihubungi melalui telepon, Senin (27/4/2009).
Dia menjelaskan bila melakukan komunikasi telepon dengan Kasipidsus, biasanya Emron memberitahu akan ada kegiatan yang akan dia lakukan, dan menanyakan tanggapannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memang, jaksa sebelumnya sudah memberitahukan waktu pelaksanaan eksekusi. Surat pemberitahuan itu atas dasar surat Mahkamah Agung (MA) atas hasil putusan kasasi.
"Tapi kita sudah ajukan untuk penundaan waktu eksekusinya kira-kira seminggu yang lalu. Kita minta sampai Selasa besok tanggal 28 April 2009. Nah, tanggal 28 ini rencananya kita mau datang untuk menemui jaksa untuk pelaksanaan eksekusi ini," akunya.
Namun surat permohonan tidak memperoleh jawaban, dan tiba-tiba langsung dieksekusi.
Β
"Kita sekarang sedang mengajukan PK (Peninjauan Kembali). Sudah diajukan sejak 2 minggu lalu PK-nya. Rencananya tanggal 4 Mei nanti sidang PK," terangnya.
Karena surat penangguhan tidak ada tanggapan dari pihak kejaksaan, maka pihaknya beranggapan permintaan itu disetujui.
"Tapi karena tidak di jawab permohonannya maka kita pikir ya diijinkan. Kami kira mereka oke-oke saja karena itu hanya administrasi saja. Dan mengenai penangkapan itu, itu sebenarnya bukan ditangkap, karena Emronkan bukan DPO," tutupnya.
(ndr/ken)











































