Sejumlah warga yang terbiasa menyantap makanan yang mengandung babi angkat bicara.
"Jangan salahkan babi, tapi salahkan manusia yang mengolahnya," ujar Derby
Purba kepada detikcom, Senin (27/4/2009).
Derby adalah salah satu pengunjung Rumah Makan Siangkaan yang menyediakan daging babi, di daerah Cililitan, Jakarta Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada juga dikatakan Sianipar. Dirinya mengaku tidak pernah khawatir untuk memakan daging babi.
"Selama sudah dimasak dengan benar, kenapa mesti takut?" jelasnya.
Dirinya justru khawatir dengan masyarakat di pedesaan. Sianipar beranggapan
masyarakat kota sudah lebih tahu bagaiman cara memasak sebuah makanan yang
benar.
"Di kampung kan mereka suka sembarangan langsung dimasak saja, itu yang perlu kita khawatirkan," pungkasnya.
(mok/nwk)










































