Lia Eden: Saya Sungkan Memakai Jubah Ini

Lia Eden: Saya Sungkan Memakai Jubah Ini

- detikNews
Senin, 27 Apr 2009 17:44 WIB
Lia Eden: Saya Sungkan Memakai Jubah Ini
Jakarta - Pemimpin sekte 'Kerajaan Tuhan' Lia Eden mengaku sungkan mengenakan baju kebesarannya. Lia mengenakan jubah dan tongkat lantaran takut dengan Tuhan.

"Jadi bukan saya yang membuat risalah ini. Mohon jangan didakwa sesat. Sebenarnya, saya mengenakan jubah ini pun sungkan. Tetapi karena ini fatwa dari Tuhan yang sangat berat, ini harus saya sampaikan karena saya takut sama Tuhan," papar Lia.

Hal itu disampaikan Lia saat menjawab pertanyaan majelis hakim yang diketuai Ketua majelis hakim, Subarhan seputar risalah yang berisi penghapusan agama, di PN Jakarta Pusat, Jalan Gadjah Mada, Jakarta, Senin (27/4/2009).

Meski mengaku sungkan, Lia tetap saja mengenakan baju serba putih dengan jubah warna merah lengkap dengan tongkat dan mahkota saat duduk di kursi pesakitan.

Lia mengaku membuat risalah yang berisi penghapusan agama karena menjalankan titah Tuhan. "Sesungguhnya penghapusan agama dimaksudkan untuk menyederhanakan agama dan ibadah-ibadah sehingga tidak terjadi perpecahan yang selama ini terjadi," ujar Lia.

Sidang Lia kali ini mengagendakan mendengarkan keterangan saksi dari Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI, Ali Mustofa Yaqub.

Ali mengatakan, penghapusan agama tidak dibenarkan dalam agama apapun apalagi Islam. Di zaman Nabi Muhammad, ada banyak agama tetapi tidak dihancurkan. Namun, hanya menjadi pluralitas sebuah keagamaan.

Selain itu, kata Ali, saat ini tidak mungkin ada orang yang menerima wahyu. Dalam terminologi Islam, wahyu tidak turun lagi setelah Nabi Muhammad wafat. "Jadi jika ada yang mengaku didatangi Jibril, bisa dipastikan itu jin atau setan," ujarnya.

Dalam sidang itu, terdakwa Wahyu Andito juga menunjukkan kepada majelis hakim sebuah video mengenai konfigurasi awan di langit yang membentuk LE2.

Menanggapi hal itu, JPU Hendro, menilai video itu tidak bisa menjadi bukti di persidangan. "Kita hanya memeriksa yang kasat mata saja," cetus dia.

(aan/ken)


Berita Terkait