Karantina di Bandara dan Pelabuhan Harus Diperketat

Antisipasi Flu Babi

Karantina di Bandara dan Pelabuhan Harus Diperketat

- detikNews
Senin, 27 Apr 2009 17:34 WIB
Karantina di Bandara dan Pelabuhan Harus Diperketat
Yogyakarta - Pakar virologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Widya Asmara menyarankan agar pemerintah memperketat karantina di pintu masuk bandara dan pelabuhan guna Guna mengantisipasi wabah flu babi (swine influenza). Tujuannya agar wabah yang melanda Meksiko itu tidak masuk ke Indonesia dan mengantisipasi orang-orang yang mungkin membawa virus.

"Intensifkan peran karantina dan pemeriksaan kesehatan di pintu-pintu masuk pelabuhan dan bandara," kata Widaya kepada wartawan di Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) di Bulaksumur, Yogyakarta, Senin (27/4/2009).

Sebab bandara dan pelabuhan merupakan pintu masuk utama bagi orang luar atau asing ke Indonesia. Orang-orang dari Amerika Latin dan Amerika Utara itu berisiko membawa virus flu babi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, flu babi pada manusia di Meksiko yang diduga disebabkan oleh strain baru virus H1N1 tersebut mirip virus influenza. Strain virus ini bisa kemungkinan besar ada yang mengalami mutasi, sehingga bisa menular dari manusia ke manusia.

Dia mengatakan dari data yang sampai sekarang dianalisis, memang virusnya H1N1 berasal dari babi. Yang terjdi di Meksiko sudah memungkinkan penularan dari orang ke orang. Kemungkinan menular ke orang sangat besar. Di Amerika flu babi sudah pernah terjadi 1976.

"Akibat tertular dari babi, seorang tentara meninggal, karena virus swine influenza. Tapi dulu, korban tidak sebanyak seperti kasus di Meksiko," katanya.

Menurut dia, faktor penularan dari babi ke manusia sama halnya kasus penularan flu burung. Jadi bisa melalui kontak secara langsung atau kontak dengan bahan-bahan yang tercemar virus.

"Yang dikhawatirkan, virus ini dibawa orang yang tertular ke tempat lain dengan moda transportasi yang begitu cepat seperti sekarang. Ini yang berbahaya," ungkap dia.

Diakui oleh Guru Besar FKH UGM ini, virus flu babi menunjukkan perkembangannya cukup bagus di negara tropis seperti halnya di Indonesia. Meski demikian, virus ini tidak berhubungan dengan peternaan-peternakan babi. Untuk sementara ini, peternakan babi di dalam negeri relatif masih aman, tidak ada satu pun ditemukan virus influenza H1N1. Sehingga peternakan babi di Indonesia tidak perlu mendapat perlakukan khusus.

"Sampai saat ini tidak perlu diperlakukan khusus karena tidak ada masalah. Yang penting tetap ditingkatkan budaya ternak yang sehat sama seperti waktu wabah flu burung," ujarnya.

(bgs/ken)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads