"Hanya ini yang dapat diselamatkan," kata Murdi (30) di Stasiun Angke, Tambora, Jakarta Barat, Senin (27/4/2009).
Usai kebakaran Sabtu lalu, warga tinggal di tenda darurat atau emperan stasiun. Kondisinya amburadul serta sulit menghindar dari naik-turunnya suhu Jakarta yang tak bersahabat. Belum lagi debu yang sangat mengganggu pernapasan serta pandangan mata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat debu pula, puluhan warga mengeluhkan sakit mata, pusing, luka lecet dan beberapa di antaranya terserang diare. Untuk mengantisipasinya, obat-obatan sudah di-stok. Sementara yang parah langsung dirujuk ke RSUD Tarakan atau Rumah Sakit Sumber Waras.
"Sejauh ini belum ada yang dirawat. Moga aja sehat-sehat aja," kata dia.
Kebakaran yang terjadi Sabtu lalu ini membuat sebanyak 181 rumah di 5 rukun tetangga, Angke hangus. Sedikitnya sebanyak 1'225 jiwa atau 194 KK kehilangan tempat tinggal. Dugaan sementara api berasal dari rumah salah seorang warga akibat arus pendek.
"Bertahan sampai rumah selesai dibangun seadanya," papar Murdi singkat.
(Ari/anw)











































