Penangkaran babi asal Jateng tersebut berjalan normal seperti biasa. Bahkan
sejumlah pekerja kasar dengan lahapnya makan nasi bungkus di samping kandang babi, menandakan pekerja tidak khawatir terhadap flu babi.
"Saya sudah bekerja disini sejak 1980. Tidak ada apa-apa" kata Waja (50)
salah satu pekerja balai karantina Cengkareng, Jl Peternakan, Angke, Jakarta Barat, Senin (27/4/2009).
Sedikitnya 10 orang bekerja di kandang tersebut. Babi yang datang langsung
ditangkar dalam kandang seluas sekitar lapangan bola basket. Babi tersebut
diberi makan seperti rumput, kedelai, dan remah-remah roti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
kan babi lokal bukan impor," imbuh Totok Supangkat, petugas balai karantina
dari Dinas Peternakan dan Perikanan DKI Jakarta yang tengah bertugas di
balai.
Babi tersebut akan mendiami kandang paling lama 24 jam. Kemudian dijagal di
Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang berada disamping kandang. RPH Cengkareng merupakan satu-satunya pemotongan babi di Jakarta.
"Yang masuk sini usianya 6-12 bulan. Datang, langsung kita sembelih," ucap
Totok di tengah kandang yang sangat bau tidak enak bagi yang belum terbiasa.
(Ari/anw)











































