Menurut korban, Gita salah seorang murid 3 SD Negeri Ngluwar 3, keracunan
terjadi akibat mengkonsumsi susu kedelai yang diberikan oleh salah seorang wali murid sebagai program makanan tambahan (PMT) yang dilakukan oleh Paguyuban Orang Tua Wali Murid di sekolah itu.
"Dimakan tadi tidak apa-apa, tetapi setelah minum susu mengalami mual-mual dan muntah-muntah," ungkap Gita kepada detikcom di sela-sela pemeriksaan di RSUD Muntilan, Kabupaten Magelang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Magelang, Sri Sundarwasih.
"Seperti biasanya seminggu sekali, anak-anak mendapatkan Program Makanan
Tambahan(PMT) dari salah seorang wali murid secara bergiliran. Pagi tadi,
giliran salah seorang wali murid memberikan susu kedelai dan roti. Usai
mengkonsumsi makanan itu, tiba-tiba puluhan murid mengalami mual dan
muntah," tegas Sri Sundarwasih kepada detikcom saat ditemui di RSUD
Muntilan, Jl Sleko, Kabupaten Magelang.
Sri menyatakan, setelah mengalami mual dan muntah-muntah, 4 orang murid langsung dilarikan ke Puskesmas Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang yang tidak jauh dari sekolah. Sementara 8 lainya dilarikan ke RSUD Muntilan yang
jaraknya kurang lebih 500 meter dari sekolah.
Saat di Unit Gawat Darutrat (UGD) RSUD Muntilan, sebanyak 8 siswa langsung
mendapatkan pertolongan. Mereka diberikan suntikan untuk mengantisipasi
perkembangan bakteri dari dua jenis makanan yang telah dikonsumsi puluhan
siswa itu.
Susu Kedelai dan Roti Dites Laboratorium
Mendapat laporan dari sekolah dan RSUD Muntilan, sebanyak 7 orang tim penyelidikan yang dipimpin oleh Dr Bambang S. Dari hasil penyelidikan sementara, dugaan keracunan berasal dari dua buah makanan yang dikonsumsi siswa usai melakukan aktivitas olahraga di sekolah.
"Sementara ini yang kita terima dari laporan adalah dua makanan yang telah
dikonsumsi adalah susu kedelai dan roti kemasan. Untuk dugaan sementara
penyebab keracunan adalah dua buah makanan itu. Saat ini kita langsung
melakukan observasi dan tes uji lab terhadap dua makanan itu," tegas Bambang kepada detikcom saat ditemui di Puskesmas Ngluwar, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Bambang menambahkan, untuk kejadian keracunan sampai saat ini belum bisa
memastikan bahwa kejadian itu adalah kejadian luar biasa (KLB). Sebab, hanya
sebatas keracunan biasa yang dialami oleh puluhan siswa, khususnya kelas 3
SD Negeri Ngluwar dan tidak terjadi kepada seluruh siswa di sekolahan itu.
(anw/anw)










































