Setelah sadar dari komanya selama 2 hari, Eka pun menceritakan kepada detikcom tentang peristiwa mengerikan yang dialaminya tersebut.
"Saat itu saya sedang menyeterika, kemudian saya minta uang gaji saya bulan Maret untuk mengirim ibu di desa. Tetapi, majikan saya marah dan meminta setrika dan mengancam akan menyetrika wajah saya. Sehingga saya lari menjauh," tutur Eka dengan nada parau di RSU PKU Muhammadiyah, Kebumen, Sabtu (25/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, Ekayang bersuami Abdul Muharim (36) dan mempunyai satu orang anak bernama Egi Firmansyah yang baru berumur 3,5 tahun itu masih tergolek lemas di ruang perawatan RS. Eka mengalami patah tulang di bagian tulang belakang, tulang rahang dan luka di beberapa bagian kulit dan wajahnya terlihat lebam.
Sebenarnya pihak majikan Eka sudah memberikan keterangan soal Eka ketika mengantarnya ke Indonesia. Sang majikan Soo Kee Liem (49) menjelaskan kalau Eka terjatuh sendiri, bukan didorong.
Sayangnya Soo Kee Liem tidak bisa dimintai keterangan lebih lanjut karena usai mengantarkan Eka ke Jogja International Hospital (JIH) di Yogyakarta, dia langsung pulang. Setelah mendapat pertolongan pertama, setelah itu Eka baru dibawa ke RSU PKU Muhammadiyah.
Tidak menerima keadaan ini pihak keluarga berusaha meminta pertolongan dari PJTKI yang memberangkatkan Eka. Namun sampai saat ini belum ada kabar tanggapan dari pihak PT. Hasrat Insan Nurani. (gah/gah)











































