Virus flu burung menyebar dengan cepat. Pasien yang terinfeksi langsung menularkannya pada keluarga hingga perawat yang menolongnya.
Taking (63), warga kelurahan Kassi-Kassi, Makassar, dirujuk ke Puskesmas setempat karena mengalami sesak napas dan batuk. Setelah didiagnosa, ternyata Taking mengidap flu burung kemudian dirujuk ke RS Wahidin Sudiro Husodo untuk ditangani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rumah Taking dikarantina hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Pemerintah setempat bersama Depkes kemudian menentukan langkah pencegahan dengan mengisolir keluarga agar tidak menularkan penyakitnya pada orang lain.
Begitulah gambaran prosedur standar dalam penanggulangan daerah pusat penyebaran pandemi virus flu burung. Hal tersebut dipraktekkan dengan melibatkan warga dan petugas kesehatan di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (25/4/2009).
Sebagai informasi, kejadian ini merupakan simulasi dari fase paling berbahaya yang bisa ditimbulkan oleh penularan virus flu burung. Jika selama ini kasus yang ditemukan hanya melalui penularan dari binatang (unggas), maka dalam fase ini penularan sudah terjadi antar manusia dan dalam semakin meluas.
"Kita berharap masyarakat dapat memamhami dan bereaksi cepat jika ada hal serupa terjadi di masa yang akan datang," kata Dirjen Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Tjandra Yoga.
Simulasi akan berlanjut dengan penanganan virus yang sudah menyebar di sebuah wilayah. Kemudian dilakukan langkah-langkah isolasi dan proses penyembuhan hingga virus tersebut musnah. Penanganan yang cepat dan menyeluruh bisa mengurangi dampak virus flu burung.
(mad/gah)











































