"Tidak ada flu Singapura secara kedokteran, yang ada itu penyakit kuku dan mulut," kata Dirjen Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Tjandra Yoga di Makassar, Sabtu (25/4/2009).
Menurut Tjandra, efek dari flu Singapura tidak mematikan. Penyakit tersebut sebagian besar berjangkit pada anak-anak dan mudah disembuhkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait pemasangan alat sensor panas tubuh di bandara Soekarno-Hatta, Tjandra menilai itu bukan khusus untuk flu Singapura. Sensor tersembut sudah dipasang sejak lama dan untuk menangkal penyakit lain yang berhubungan dengan suhu tubuh.
(mad/anw)











































