"Kita tidak pernah berkomentar kepada publik tentang 100 finalis tokoh dunia yang paling berpengaruh," ujar Chief Editor majalah TIME Michael Elliot melalui surat elektronik yang dikirimkan kepada detikcom, Sabtu (25/4/2009).
Surat elektronik Elliot tersebut menjawab pertanyaan detikcom via email yang dikirimkaan pada Jumat 24 April kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu apakah surat Elliot kepada Presiden SBY palsu? Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), melalui juru bicaranya, Dino Patti Djalal mendapat surat undangan untuk menghadiri pengumuman 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia versi majalah TIME. Undangan tersebut juga sekaligus memberitahu bahwa SBY masuk dalam daftar list yang diluncurkan TIME setiap tahun.
Namun anehnya, nama SBY sama sekali tidak terdapat dalam daftar kandidat yang tercantum dalam situs TIME. Dari 200-an list nama calon penerima, nama SBY tak masuk di dalamnya.
Lalu siapa yang iseng mengirimkan surat ini ke SBY?
(anw/anw)










































