Penyitaan ratusan HP ini dilakukan Polda Riau, Jumat (24/04/2009) dini hari
di perairan sungai Siak, Riau. HP tersebut diangkut kapal tugboat yang membawa container milik PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) perusahaan kertas terbesar di Asia Tenggara itu.
"Dari penangkapan ini, kita sudah menetapkan dua orang tersangka yakni
nakhoda kapal Sabran dan kepala mesin Ahmad. Keduanya sudah kita tahan.
Sedangkan sembilan ABK masih berstatus saksi," kata Kapolda Riau, Brigjen
Adjie Rustam Ramdja kepada wartawan di Mapolda Riau, saat ekspos barang bukti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Barang bukti ratusan HP itu disimpan di bagian bawah kapal, dekat mesin. Mereka membawa container kosong dari Singapura," kata Kapolda Riau yang baru menjabat empat bulan ini.
Ketika disita tim polisi air, barang bukti itu dikemas dalam 229 kotak
besar. Masing-masing kota berisikan puluhan HP. Namun sejuah pihak Kepolisian belum dapat menyimpulkan siapa pemilik HP selundupan itu.
Saat ratusan barang bukti itu dipajang di Mapolda Riau, ditetahui, sejumlah HP ini sebagian besar buatan China. Mereknya juga tidak begitu terkenal di
pasaran. Misalnya saja merek, Changjiang, Lenora, TV Mobail, K 900, tapi ada
juga merek Sony Ericson.
Anehnya, saat barang bukti ini ditunjukan kepada wartawan, ditemukan ratusan
kotak HP yang lagi digandrungi banyak orang yakni Blackberry. Tapi anehnya,
khusus yang satu ini, tidak ada barang buktinya. Yang ada hanya kotaknya
saja. Tidak seperti barang bukti HP lainnya, setiap kota beriskan HP.
Sedangkan Blackbery yang dipajangkan dihadapan wartawan tersisa kotaknya saja. Polda Riau tidak menjelaskan secara rinci mengapa HP Blackberry kotaknya tidak ada isinya.
(cha/irw)










































