"Saya belum tahu. Tapi yang kita inginkan, bertemu langsung Manohara. Kalau ke Malaysia tapi tidak diizinkan bertemu, buat apa kita pergi ke sana?" ujar kakak Mano, Dewi, saat berbincang dengan detikcom, Jumat (24/4/2009).
Untuk menjamin rasa aman dari dua belah pihak, Dewi mengusulkan agar pertemuan dengan Mano diadakan di tempat netral. Yang penting, pihak keluarga bisa melihat dengan mata kepala sendiri bahwa keadaan Mano memang baik-baik saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dewi juga mengatakan belum mengetahui bahwa kerabat Kerajaan Kelantan M Iqbal Ismail Fahmi mengadakan jumpa pers di Jakarta. Dia mengaku tak puas bila kerabat hanya menyangkal dan membantah apa yang dikatakan ibunya.
"Kita kan nggak tahu, mungkin mereka ingin menutupi perbuatannya. Mereka bilang Mano baik. Tapi kita ingin mendengar dari Mano sendiri, face to face bilang pada kita 'I'm okay, Ma, Dewi, jangan khawatir'," harap dia.
Dewi juga tidak puas jika Mano hanya berbicara lewat telepon. Karena bisa saja Mano ditekan orang-orang di sekitarnya.
"Cuma sekali kita berhubungan lewat telepon, 21 Maret. Suaranya sangat tertekan, nangis nggak berhenti-berhenti," keluhnya.
(nwk/nrl)










































