Status darurat di Ibukota Thailand, Bangkok akan dicabut pada Jumat ini. Pencabutan status darurat ini untuk menghindari krisis berkepanjangan.
Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva mengatakan dia mencabut status darurat setelah hampir dua pekan status itu disematkan untuk menangani demonstrasi besar-besaran yang terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain mencabut status darurat, Abhisit mengatakan pihaknya juga akan melakukan amandemen terhadap konstitusi sebagai upaya untuk menghindari krisis yang berkepanjangan. Hal ini juga sebagai upaya untuk menarik kembali minat investor menanamkan modal di Thailand.
"Telah terjadi dampak yang buruk atas kepercayaan terhadap Thailand dimata investor," kata Abhisit.
Status darurat ini disematkan Abhisit sejak Minggu 12 April 2009 lalu. Saat itu demonstrasi besar-besaran dari kelompok pro-Thaksin Sinawatra membuat acara KTT Asean+3 batal. Para demonstran berhasil memasuki Royal Cliff Beach Hotel, Pattaya, Thailand, tempat KTT akan digelar.
Beberapa pemimpin negara, seperti dari China, Korea Selatan dan Jepang yang sudah berada di hotel itu sampai dievakuasi dengan helikopter. (ddt/nwk)











































