"Terus terang pemerintah biarpun revitalisasi pertanian namun tidak diimbangi dengan dukungan anggaran," tutur Anggota Pansus RUU Pengelolaan Lahan Pangan, Bomer Pasaribu, dalam konferensi pers di Gedung DPR, Kamis (23/4/2009).
Menurut Bomer, swasembada beras pada tahun 2008-2009 ini adalah keberuntungan petani saja bukan keberhasilan pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dukungan pemerintah, menurut Bomer, tidak seberapa banyak, sehingga tidak cukup untuk menghasilkan swasembada pangan.
"Dukungan anggaran hanya 8,3 T, sebenarnya kita harus bersyukur daripada saling klaim, irigasi saja tidak memenuhi target," kata pria berkacamata ini.
"Dalam lima tahun dijadwalkan 15 Juta lahan basah plus kering, mana sekarang buktinya," imbuhnya.
Bomer menambahkan, pemerintah seharusnya cerdik memanfaatkan even swasembada mengingat harga ekspor beras relatid tinggi.
"Coba kalau kita eksport, 10 ribu per kilogram, harga beras di Indonesia ini termurah," ungkap Bomer.
"Namun demikian dalam politik biasa sewajarnya saling klaim kesuksesan," pungkasnya.
(van/ndr)











































