Seperti diberitakan Reuters, Kamis (23/4/2009), penembakan itu terjadi di kediaman perdana menteri di kawasan pegunungan Lesotho.
"Insiden ini murni karena alasan politis. Ada pihak yang ingin mengambil alih kekuasaan sebelum pemilu pada tahun 2012 nanti," kata Menteri Komunikasi Mothetjoa Metsing lewat siaran radio.
Pelaku penembakan terdiri dari 3 orang. Satu orang tewas dan dua lagi diamankan oleh pihak kepolisian.
Pemerintahan Lesotho sering dilanda aksi kekerasan. Selain itu, negeri tetangga Afrika Selatan tersebut juga memiliki banyak penderita HIV. (mad/fiq)











































