"Saya menolak tidak mau bergabung," kata Armen singkat usai diperiksa oleh penyidik di Gedung KPK, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (22/4/2009).
Sayangnya, Armen tidak menjelaskan lebih rinci apa maksud pernyataannya tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedang menurut Armen, di tahun tersebut konflik masih bergejolak di wilayahnya. Saat itu, Armen mengaku mendapat perintah untuk dapat melakukan sesuatu untuk menyelamatkan rakyat.
"Pada waktu itu pimpinan mengatakan lakukan apapun yg penting rakyat aman. Payungnya (hukumnya) darurat militer. Di tempat saya aman, mungkin inilah yang sebabkan hari ini berurusan dgn beliau (Irwandi)," paparnya.
Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, Armen tidak mau mengeluh. Armen beserta teman-temannya menganggap perbuatan yang dilakukan demi menjaga NKRI.
"Memang kami tujuh bupati yang diadukan langsung oleh Gubernur. Tujuh bupati semua yang merah putih," pungkasnya.
(mok/ndr)










































