Poco-poco si Gadis Slovakia, Amboi Mak Indahnya

Laporan dari Bratislava

Poco-poco si Gadis Slovakia, Amboi Mak Indahnya

- detikNews
Rabu, 22 Apr 2009 12:47 WIB
Poco-poco si Gadis Slovakia, Amboi Mak Indahnya
Bratislava - Bukan jingkrak disco di Medusa Bar dekat Michael's Gate, Bratislava, tapi gerak indah Poco-Poco mereka mainkan di 12th International Bonsai, Tea and Suiseki Exhibition 2009. Mamma mia...

Pesona gadis-gadis Slovakia semakin menambah decak kagum ketika mereka mengajak para penonton secara interaktif ikut mencoba Poco-poco, lengkap bersama-sama dengan para istri diplomat dan staf KBRI Bratislava.

Para penonton nampak antusias dan memberikan apresiasinya dengan applaus panjang. Dibantu oleh gadis-gadis Slovakia itu dan para istri staf KBRI, para penonton mulai larut berpoco-poco dengan variasi gerakan kaki ke depan, ke samping dan ke belakang serta sekali-kali berputar sambil mengayunkan tangan mengikuti irama musik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Siapa pendisain kegiatan diplomasi kebudayaan ini? Tak lain Velvyslanectvo Indonezskej Republiky alias Kedubes Republik Indonesia, yang menyasar 12th International Bonsai, Tea and Suiseki Exhibition 2009 untuk mempromosikan Indonesia.

"Sesi interaktif Poco-poco tersebut telah menjadi ajang komunikasi budaya dari dua kutub budaya yang sangat berbeda antara masyarakat timur dan barat," tutur Koordinator FUngsi Pensosbud Wanton Saragih Sidauruk kepada detikcom, 21/4/2009.

Selain menari Poco-poco, para gadis Slovakia itu sebelumnya melenggak-lenggok di catwalk, membawakan peragaan busana Indonesia dari 8 provinsi, yakni Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat, Betawi, Jawa Tengah, Bali, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Selatan, yang memiliki corak, keindahan dan keunikan masing-masing.

Peragaan busana menjadi semakin atraktif karena para model asing tersebut menyesuaikan sikap dan gerak langkah mereka dengan karakter etnik busana yang dibawakan.

Menurut Wanton, mereka bisa begitu fasih dan luwes berbusana Indonesia karena mereka adalah mantan penerima beasiswa Darmasiswa untuk belajar bahasa, seni dan tari tradisional Indonesia di berbagai universitas di Indonesia.

Kegiatan promosi Indonesia melalui medium kebudayaan ini dipuncaki dengan penampilan penari profesional I Gusti Made Aryantha dari Bali dan Galaevening, dengan sajian cuisine khas Indonesia seperti sate, nasi goreng, lumpia dan dadar gulung.

"Even seperti ini dapat menjembatani peserta yang berbeda latarbelakang budaya, usia, asal negara untuk saling mengenal dalam satu semangat persahabatan," ujar Dubes RI Bratislava Harsha E. Joesoef dalam sambutannya.

Dubes juga mengharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan pengenalan terhadap Indonesia, seraya mengundang publik yang hadir untuk berkunjung ke Indonesia.
(es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads