Puluhan mahasiswa Teknik Sipil, bertahan di luar kampus dan mempersenjatai diri dengan kayu, mereka berencana masuk ke dalam kampus yang dikuasai para mahasiswa Teknik Elektro yang juga melengkapi diri dengan persenjataan sejenis
Berikutnya terjadi saling lempar batu. Bentrokan akhirnya mereda setelah puluhan petugas Samapta Poltabes Medan dan pihak rektorat menenangkan kedua kelompok massa yang bertikai. Sebuah mobil yang berada areal parkir, mengalami kerusakan setelah kacanya terkena lemparan batu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak tiga hari lalu kami tidak dapat lagi masuk ke kampus, karena selalu diserang," ujar Aseng.
Akibat perseteruan ini, mahasiswa Fakultas Sipil tidak dapat lagi mengikuti perkuliahan. Persoalan ini menurut Aseng telah di laporkan dengan pihak rektorat, namun hingga saat ini tidak ada langkah kongkret dari pihak rektorat untuk mendamaikan kedua kubu.
"Pihak rektorat hanya berjanji," katanya.
(rul/djo)











































