"Atas kebaikan dan keikhlasan bapak Iwan Pandji Winata, saya dipertemukan dengan bapak Dai Bachtiar," kata kata ibunda Mano, Daisy Fajaria, saat konferensi pers di Warung Ampera, Jl Ahmad Dahlah, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2009).
"Beliau (Dai) menyarankan untuk melapor ke Mabes Polri, dan menganjurkan kami untuk menghubungi Pak Susno (Susno Duadji, Kabareskrim Mabes Polri)," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap orang yang saya temui, yang dilontarkan malah Ibu sudah terima uang berapa?" kata Daisy dengan nada kesal.
Pada 19 Maret 2009, Daisy berangkat ke Malaysia dengan pesawat Malaysia Airlines (MAS) bersama adiknya, Tajuludin, dan seorang sahabatnya. Namun, ketika tiba di Kuala Lumpur pukul 10.00 pagi waktu setempat, dia kaget karena tidak diperbolehkan masuk ke wilayah Malaysia.
"Saya bukan kriminal, saya bukan teroris. Saya tanyakan pada petugas Imigrasi, salah saya apa? Mengapa saya dicekal seperti ini? Saya katakan saya hanya ingin bertemu dengan anak saya dan besan saya untuk membicarakan masalah kami, tapi justru diperlakukan seperti ini. Cekal itu tidak ada alasannya," tandas Daisy.Ngobrolin model cantik Manohara Adelia Pinot? Gabung di sini. (irw/sho)











































