Selidik punya selidik, gadis itu ternyata tak sempat menghitamkan semua pilihan jawabannya di lembar jawaban ujian (LJU) saat ujian Bahasa Indonesia.
Seorang guru wanita mencoba menenangkan hati muridnya yang galau dan terlihat down itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sang kepala sekolah, Acep Zaenal Abidin pun sampai turun tangan membesarkan hati muridnya.
"Berdoa saja ya. Semoga semua jawaban yang kamu hitamkan itu benar semua," hibur Acep di sekolahnya Jl Masjid, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (20/4/2009).
Acep menambahkan, muridnya itu shock dan down karena tidak sempat menghitamkan 8 jawaban dari 50 jawaban soal yang tersedia karena waktunya sudah habis.
Sementara murid lainnya, Dila dari XII IPA 1 mengaku sakit perut, saat ujian.
"Sakit perutnya sudah sejak dari rumah. Terus juga keluar keringat dingin nih di tangan. Soalnya lebih sulit ini, karena kalau try out kan bisa nyantai. Tapi tadi lumayan bisa sih," ujar Dila sambil membolak-balik buku bacaan biologinya.
Gadis manis ini mengaku, paling takut dengan pelajaran 'mafia' alias
matematika-fisika-kimia. "Tapi karena sering try out, ya sudah terbiasa," imbuhnya.
Ada juga yang percaya diri alias pede menghadapinya, seperti Nina dari XII IPS 1. "Deg-degan sih, tapi pede. Tadi diisi semua kok," ujar Nina yang sedang istirahat di kantin sambil tersenyum.
Sedangkan teman yang duduk di dekat Nina, Fahmi, mengatakan soal try out lebih susah daripada soal UN.
"Lebih susah try out. Targetku sih bisa di atas 5,5 rata-ratanya. Tapi ini lulus saja sudah syukur," ujar gadis yang ingin meneruskan ke akademi kebidanan selepas SMA ini.
Tekanan yang dialami murid SMA mungkin bisa dimaklumi, karena standar rata-rata nilai kelulusan UN tahun ini naik dari 5,25 tahun lalu menjadi 5,5.
Kepala Sekolah SMA 7 Jakarta Acep Zainal Abidin mengatakan, pihak sekolah sudah berupaya maksimal membekali para muridnya secara akademis maupun mental.
"Kita sudah 7 kali mengadakan try out, kerjasama dengan suatu lembaga bimbingan belajar. Sampai mempersiapkan mental siswa dengan lembaga SQ," jelasnya.
(nwk/nik)











































