Bandara Ngurah Rai Pasang Alat Deteksi Flu Singapura

Bandara Ngurah Rai Pasang Alat Deteksi Flu Singapura

- detikNews
Senin, 20 Apr 2009 16:19 WIB
Bandara Ngurah Rai Pasang Alat Deteksi Flu Singapura
Denpasar - Bali mewaspadai penularan penyakit flu Singapura mulai dari bandara Internasional Ngurah Rai dengan memasang  thermal scanner. Pasalnya, jadwal penerbangan Singapura-Bali sangat padat.

Untuk mengantisipasi penularan flu Singapura, di Bandara Ngurah Rai dipasang thermal scanner. Sebuah alat pemindai suhu tubuh manusia. Alat ini mulai dioperasikan secara resmi oleh Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Denpasar Nyoman Murtiyasa, di bandara Ngurah Rai, Kuta, Senin (20/4/2009).

"Penyakit ini sudah masuk Jakarta. Untuk itu, kita langsung mengantisipasi lebih awal agar tidak masuk dan menyebar ke sini," kata Murtiyasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bandara Ngurah Rai dipasang dua unit thermal scanner di rungan pintu barat dan timur terminal kedatangan internasional. Alat ini terdiri kamera kecil, alarm dan layar pendeteksi. Sebanyak 12 petugas mengoperasikannya selama 24 jam.

Di ruangan tersebut dilengkapi body cleaner dan roentgen untuk mengobservasi penumpang yang menunjukkan gejala panas tinggi. "Jika mengindikasikan penyakit migrasi, maka penumpang itu langsung rujuk ke rumah sakit," ujarnya.

Alat ini berfungsi mendeteksi suhu tubuh penumpang yang baru tiba di Bandara Ngurah Rai. Jika suhu tubuh penumpang lebih dari 38 derajat maka alarm berbunyi serta gambar penumpang yang  terdeteksi menunjukkan warna merah di layar monitor.

Sebelum penggunaannya untuk mendeteksi flu Singapura, menurut Murtiyasa, alat tersebut telah ada sejak  merebaknya penyakit Sars empat tahun lalu. Waktu itu, terdapat tiga unit, namun satu alat rusak. Kini yang aktif hanya dua buah unit. Rencananya, akan ditambah tiga unit lagi.

Kepala Humas PT Angkasa Pura I Ngurah Rai Muhammad Dimyati mengatakan pemasangan thermal scanner akan memberikan kenyamanan kepada wisatawan yang datang ke Bali.  "Kita menunjukkan kesiapan dini menghadapi penyakit migrasi," ujarnya.

(gds/djo)


Berita Terkait